Langsung ke konten utama

Benda Hidup dan Benda Mati di Sekitarku

Di sekitarku ada benda hidup dan benda mati. Anak-anakku adalah benda hidup yang memiliki akal, pikiran dan perasaan. Piring kotor tidak akan marah jika tidak segera kucuci, baju-baju tidak akan protes jika tidak segera kusetrika, karir adalah yang terbengkalai tidak akan sakit hati dan marah pada kita. Mereka semua hanya benda mati yang tidak akan terluka. Tidak apa-apa jika saat ini waktuku disibukkan dengan anak-anakku. Aku jangan sampai melukai mereka. Anak-anakku sedang di usia yang sangat membutuhkan kehadiranku. 

Suatu ketika anak-anakku akan memiliki kehidupannya sendiri. Mereka akan mengejar pendidikannya, mengejar karir dan berkeluarga. Suatu saat rumah ini akan sepi. Hanya sebentar saja waktu yang kulalui saat ini. Suatu saat mereka akan pergi meninggalkan rumah ini. Suatu saat aku akan berada di masa ketika teriakan mereka sepanjang hari adalah hal yang kurindukan. Aku akan merindukan masa-masa sibuk membuatkan makanan untuk mereka. Aku akan merindukan masa ketika si bungsu tiba-tiba berlari kecil ke arahku, kemudian ia memeluk dan menciumiku tanpa alasan. Aku akan merindukan masa ketika si sulung tak hentinya bercerita betapa serunya ia di sekolah setelah hampir dua tahun sekolah di rumah akibat wabah Covid 19. 

Saat ini aku sedang mengisi celengan rasa cinta dan rindu di hati anak-anakku. Kelak celengan itu akan semakin penuh. Kenangan indah bersama ayah dan ibunya yang akan tertambat di hati mereka. Waktuku yang selalu kuhabiskan untuk menjaga rumah selalu bersih, bebas dari piring kotor, baju bersih tertumpuk rapi di lemari tidak akan berada dalam ingatan mereka.
Anak-anakku adalah manusia berakal yang bisa terluka dengan sikap kita. Jika anak-anak yang membutuhkan kita terlewat waktunya maka tidak akan mungkin waktu itu bisa terulang lagi. Karir tidak akan terluka. Aku akan menjadikan anak-anakku sebagai karir dunia dan akhiratku. Mereka adalah skala prioritasku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?

Judul Buku: Siapa yang Datang ke Pemakamanku saat Aku Mati Nanti Penulis: Kim Sang-Hyun Penerbit: Haru Media Sejahtera Ponorogo Jawa Timur Tebal: 168 hlm Tahun terbit: Oktober 2020 Kematian yang terjadi pada seseorang adalah sebuah tragedi, tetapi kematian yang terjadi pada sekelompok besar manusia di suatu wilayah adalah statistik. Apakah kita sudah menjalankan peran kita dalam hidup ini dengan baik hingga ada yang mau datang ke pemakamanku kelak? Itulah pesan utama yang ingin disampaikan Kim Sang-Hyun melalui buku ini. Buku ini seperti sosok yang datang untuk membantu proses self healing kita. Entah bagaimana sepanjang membaca buku ini seperti kita sedang dipuk-puk oleh sahabat karib dan kemudian saling berbagi cerita yang menguatkan satu sama lain. Ada satu bab yang menceritakan kisah author dengan ibunya yang selalu menolak ketika akan dibelikan AC.  Suatu ketika saat menjalani wajib militer, suhu udara sangat panas hingga punggung  Kim Sang-Hyun terasa terbakar. Kim Sang...

Loneliest Whale 52

Jauh di dalam samudera yang luas dan dalam hiduplah seekor paus jantan tak biasa. Ia adalah ciptaan Tuhan paling kesepian. Ditemukan secara tidak sengaja oleh peneliti paus pada tahun 1989. Sebuah suara tak biasa terdengar dari seekor paus yang terdengar lebih tinggi dari paus kebanyakan. Paus jantan ini memiliki frekuensi suara 52 herts, ketika kawannya berkomunikasi dengan frekuensi suara 12-40 herts. Paus jantan ini kemudian diberi nama Whale 52. Whale 52 dianggap bisu oleh kawanannya karena frekuensi suaranya di luar jangkauan pendengaran mereka. Whale 52 ditemukan sedang berenang di kedalaman samudera Pasifik sendirian sambil terus mengeluarkan nyanyian khasnya berulang-ulang sebagai tanda untuk mencari pasangannya di musim kawin kala itu. Paus biasanya selalu berenang secara berkelompok bersama dengan lima hingga enam ekor paus lainnya. Namun Whale 52 ditemukan berenang sendirian. Ia Paus soliter pertama di dunia yang ditemukan oleh peneliti.  Whale 52 berenang menjelajahi sa...

Reviu Novel: Elena

  Judul Novel: Elena Penulis: Ellya Ningsih Penerbit: KataDepan Tahun Terbit:2018 Halaman: viii+288 Genre: Fiksi Islami Menceritakan perjalanan kehidupan seorang wanita bernama Elena. Elena adalah buah didikan orang tua muslim namun minim pendidikan agama yang sangat ambisius dan meletakkan ambisi mereka pada anaknya. Elena. Tuhan menakdirkan Elena bertemu Eugene. Pria keturunan Prancis berkebangsaan Kanada. Hubungan mereka makin dekat saat orang tua Elena menentang habis- habisan. Elena paham, dia dan Eugene memiliki jarak yang tak kan sanggup tertempuh. Tuhan mereka berbeda. Aah bukan, Eugene tak percaya Tuhan. Ibnu, pria pilihan orang tuanya. Ilmu agamanya tinggi, sabar dan tenang. Ibnu mampu menerima Elena yang belum siap dengannya. Dasar Elena sudah tertutup cinta Eugene, hatinya keras tak mampu melihat kebaikan Ibnu barang setitik.  Eugene kerapkali datang ke Indonesia dan menemui Elena. Elena tak kuasa menolak. Elena tahu, dia harus memilih antara cinta Ibnu yang tenang...